Blog Stdharmakerthi

Tempat bicara, tempat curhat, tempat belajar, tempat untuk Speak Up….

Archive for October, 2008

HUT ST. Dharma Kerthi (2)

ultah
ultah

Semalam terselenggara cukup sukses walaupun bernuansa sederhana dan masih banyak yang perlu dibenahi tentunya. Acara HUT sebenarnya dimulai pukul 18:00 wita tapi belum ada orang yang datang, yang menyedihkan walaupun sudah pukul 19:00 teman-teman masih banyak yang lalu-lalang dijalan dan belum mandi pula.. Tapi walaupun baru sedikit yang datang acara pertama yaitu otonan dan persembahyangan bersama tetap dimulai, dengan khusuk para anggota melaksanakan persembahyangan. Setelah persembahyangan acara dilanjutkan dengan tiup lilin ultah, walaupun ada beberapa teman sebenarnya mengusulkan tiup lilin diganti dengan pemotongan tumpeng, tetapi karena kalah voting maka urung dilaksanakan.
ultah
Acara ketiga yaitu sambutan-sambutan dari Ketua Sekehe Teruna, Pembina dan Kepala Lingkungan. Sambutan pertama oleh Ketua Sekehe Teruna yang mengajak kita merenung dan mengoreksi diri karena terjadi kemerosotan di organisasi, rasa memiliki organisasi sangat memperihatinkan. Karena maju mundurnya organisasi tidak ditentukan oleh Ketua tetapi oleh kita semua, jadi walaupun rencana dan agenda kerja kita bagus tetapi tidak akan jalan tanpa dukungan dan campur tangan anggotanya. Sambutan Pembina dan Kepala Lingkungan walaupun sudah sering tapi tidak henti hentinya untuk mengajak bangkit dan semangat membangun organisasi, selain itu tugas sebagai “orang tuanya” pemuda pembina dan kepala lingkungan tidak lupa untuk menyentil dan memarahi anaknya agar kembali ke Rel yang lurus.Acara keempat yaitu Pembacaan Teks Sumpah Pemuda yang dibacakan oleh anggota baru dan dilanjutkan dengan acara pelantikan anggota baru Sekehe Teruna Dharma Kerthi yang tahun ini mendapat anggota baru 12 orang. Acara selanjutnya yaitu perkenalan anggota baru yang diselingi dengan perpeloncoan dan istirahat makan sebagai penutup acara. Anggota yang datang sedikit menyebabkan nasi bungkus banyak tersisa sehingga banyak yang bisa nambah makannya…

Luh Tu, Oh luh Tu….

Sungguh malang nasibku, berita trakhir ku dengar Luh Tu telah dilaraikan Rahwana (Kaluk)…. Sangat tidak sedap dipandang ketika dikau berduaan dg Rahwana di Gang kecilmu di malam hari, gelap lagi….  Oh Luh Tu kenapa dikau mau sama Rahwana itu?? goaway . Memang pesaingkku sangatlah banyak Luh (Bangli, Dollar, Ngitz, Kaluk, dll…) tetapi aq tidak akan menyerah sayang…. :hero: Gunung akan ku daki, laut akan ku seberangi, terrorist akan aku perangi oh my Love….

Amrozy Ternyata Takut Mati

Setelah lama menanti dan seakan dipermainkan pemerintah mengenai Matinya terpidana bom bali Amrozy CS, tempo hari Kejaksaan Agung menerangkan pelaksanaan eksekusi mati akan dilaksanakan awal November. Menanggapi hal tersebut Team Pembela Muslim tidak tinggal diam walaupun segala cara sudah ditempuh tapi ditolak terus oleh pemerintah. Di TV sungguh bersemangat kita lihat para terpidana kasus Bom Bali berkoar tidak takut dieksekusi, lebih cepat lebih baik dan akan disambut para bidadari jika mati nantinya :wow:, bahkan mereka menakut-nakuti jaksa hingga team eksekutor P . Tapi kenyataannya team pembela muslim melakukan segala upanya untuk minimal dapat mengundur eksekusi dengan melakukan langkah terakhir team pembela muslim mempersoalkan UU Terorisme tidak dpt berlaku surut / tidak relevan diterapkan pada kasus Amrozy CS, jika awal November nanti eksekusi tetap dilaksanakan maka team pembela muslim akan mempersoalkan kasus Amrozy Cs ke mahkamah internasional. :upil:

HUT ST. Dharma Kerthi (1)

ultah1.jpg

Hari ini Sekehe Teruna Dharma Kerthi genap berumur 42 tahun, sudah hampir setengah abad usianya tetapi semangat para anggotanya dari tahun ke tahun kok malah meredup?? Semangat integritas dan loyalitas terhadap organisasi sangat kurang tidak seperti masa 10 tahun yang lalu, ada apa ini gerangan?? Tengok saja malam minggu dan hari minggu kemarin saat kerja bakti persiapan acara ultah, yang datang ke banjar bisa dihitung dengan jari, yang lebih menyedihkan disaat teman-temen bekerja di banjar ada beberapan rekan yang lalu-lalang lewat balai banjar naik motor cuek tanpa ada rasa bersalah tidak mau turun ikut kerja bakti. Padahal anggota jika tidak datang kerja bakti kena denda Rp. 5000 tapi itu pun tidak mempan untk mengikat, jika ditanya alasan tidak datang kerja bakti maupun rapat teman-teman memiliki 1000 alasan punya kesibukan seperti sibuk bantu dirumah, sibuk belajar, sibuk ada kegiatan di sekolah, dll (padalah Cuma sibuk nongkrong dan pacaran).

Hal seperti diatas tidak terjadi kisaran 10 tahun lalu (tahun 80-90an), walaupun jadul dulu para anggotanya sangat kompak, rajin gotong royong, punya integritas terhadap organisasi, aktif berkegiatan (mendaki dunung, kemah, mengadakan lomba-lomba, membuat pergelaran budaya, dll) dan bahkan seorang anggota akan malu jika diam tidak ikut membantu jika ada kerja bakti, sehinga menjadi suatu kebanggaan jika sudah menjadi anggota Sekehe Teruna jaman dulu.

Sekarang dunia sudah berubah, sekarang jamannya digital dan mobile. Wawasan, pendidikan, pengetahuan dan kecerdasan anak jaman sekarang pun maju pesat tetapi semangat untuk berorganisasi di banjar kok luntur?? Apakah ini dampak dari jaman yang semuanya serba berkemudahan mengakses sesuatu dan fasilitas yang berlimpah? Apa yang perlu dibenahi? Ataukah Sekehe Teruna itu tidak diperlukan lagi??

BDW saya ucapkan Selamat Ulang Tahun Sekehe Teruna Dharma Kerthi ke 42, semoga bisa bangkit dan jaya lagi….

Dewasa Berpolitik

Kemarin pagi pas ke Koperasi Wisnu saya berjumpa Bu Anin dan beliau mengatakan ada berita baru “2 bendera Partai Demokrat besar di pertigaan di timur dan di pos bensin esson diturunkan orang yg tidak bertanggung jawab”. Saya kaget mendengarnya dan dipikiran mereka2 siapa ya yg berbuat demikian…. Trus abis itu saya langsung meluncur ke TKP dan benar kenyataannya, yang mengherankan bendera kecil diposko milik porpol “red bull” masih berdiri, sedangkan bendera kecil Partai Demokrat lenyap, bendera besar disebelah posko diturunkan dan bendera besar dipertigaan juga lenyap… :upil:

Saya tidak mau menuduh seseorang karena saya tidak tahu pelakunya orang lokal atau dari luar untuk menghindari perselisihan antar “Nyama” dibanjar. Jaman gini kita hendaknya sudah bisa menerima perbedaan Politik karena jaman sudah berubah, kita dengan bebas bisa memilih parpol dan rakyat juga sudah pintar memilih pilihannya sesuai hati nurani. Kita orang Bali percaya dengan Rwa Bhineda, ada yg begini dan ada yg begitu, ada yang baik dan ada yang buruk, ada hitam dan ada putih. Coba anda bayangkan jika tidak ada perbedaan didunia ini? Bagaimana jika semua laki2 semua memiliki selera pada 1 kriteria wanita? Sudah barang tentu kehidupan akan kacau jadinya. Lagian Broo kita sesama Grassroot “Panas”dibawah tidak akan dapat apa2 dr politi, sedangkan para Boss saling silaturahmi berbagi kekuasaan diatas… -(

Caleg

Caleg DemokratMenjelang tahun 2009 suhu politik sudah mulai memanas, termasuk di Kerobokan – Pengubengan khususnya, bisa kita lihat dari pemasangan atribut partai yang merajalela dan saling berlomba-lomba mencari tempat strategis untuk memasang atribut / bendera parpol.

 Dari banjar kita Pengubengan Kauh ada sosok calon wakil rakyat yang akan bertarung diajang poltik 2009 yaitu Ketut Supatmini yang lebih akrab dikenal dengan Bu Anin. Ketut Supatmini diusung Partai Demokrat memperebutkan kursi DPRD TK II dengan nomor urut 3. Patut kita acungi jempol karena Bu Anin bertekad tidak akan ada kompromi money politic pada perjuangannya nanti, karena menurutnya jika memakai uang maka sama saja mempersiapkan jalan korupsi. Kita lihat saja nanti….

GAY

 gay-love.jpg

Tadi pagi saya melihat di TV-One ada berita Bule Homo yg menikah di Bali, tepatnya sepasang Gay dari Belanda yang melangsungkan pernikahan di daerah Tabanan. Saya tidak kaget karena menemukan eksistensi gay di bali sangat mudah, mereka bahkan mempunyai perkumpulan tersendiri, Club Malam Gay sendiri. Jika anda ke pantai Petitenget dan sekitarnya maka anda akan gampang menjumpainya. Bahkan belakangan ada trend orang lokal (bukan orang Bali) yang menjadi gay dadakan cuma untuk mencari Dollar dengan menjual ‘Bokong’.

Yang menjadi pertanyaan, kok gampang sekali budaya kita dieksploitasi? Padahal negara kita tidak mengakui pernikahan sesama jenis. Coba tengok kasus vokalis Roling Stone yg menikah dengan adat Bali trus swatu hari dengan entengnya tidak mengakui pernikahan tersebut….??  roll   Mungkin kebanggaan kita kelewatan, kita banga bule mengikuti tradisi kita tanpa kita tahu maksud & tujuannya.. Kita bangga bule belajar menari & megambel tapi siapa tahu suatu saat mereka mempatenkan Hak milik kita seperti kasus desain perak tempo hari….  roll

Jangan donk kita menjadi buta ditempel beberapa lembar Dollar dan mengorbankan adat - budaya kita…….

Bom Bali

anand-krishna.jpg

Peringatan Bom Bali tahun ini semestinya kita isi dengan kesadaran, dengan pencerahan akan apa yang berada di balik aksi pemboman itu. Imam Samudra, Amrozy dan muchlas hanyalah pelaku aksi kejahatan. Otak di balik mereka yang membiayai seluruh operasi tidak hanya bebas, tetapi diperlakukan istimewa.

 

Perlakuan istimewa juga dinikmati oleh Trio Penjahat yang sudah dijatuhi hukuman mati. Mereka bias muncul ke ruang pribadi kita lewat layer TV, berpakaian rapi, dan sambil mengutuk siapapun yang menjatuhi hukuman mati kepada mereka. Pemerintah, presiden, jaksa, sampai eksekutor semua dicaci-maki secara bebas. Pun mereka tidak merasa bersalah atas tindakan keji mereka. Kenapa? Karena yang terbunuh adalah “Kafir”

 

Para rohaniawan kita, lembaga-lembaga keagamaan, bahkan partai politik dengan landasan agama sebagian diam, tidak ada yang memberi reaksi. Ini bertanda apa? Para ulama di India, termasuk garis keras Deobandi, juga para ulama Pakistan – semua mengutuk tindakan terorisme dan menyatakan bahwa para teroris bukanlah orang beragama, mereka bukan muslim.

 

Beberapa hari terakhir ini saya sempat didatangi oleh beberapa orang asing, termasuk mereka yang anggota keluarga maupun kerabatnya menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh manusia-manusia tanpa moral dan telah menodai nama baik agama. Pada umumnya mereka tidak mempunyai rasa dendam maupun benci. Mereka hanya menyayangkan sikap pemerintah kita yang dianggap terlalu “Lembek” dengan menunda hukuman mati terhadap pembunuh berdarah dingin itu, pemerintah telah mengundang berbagai pertanyaan dari mereka yang sadar, cerah dan memahami duduk perkaranya. Termasuk tetang hukum di negeri ini.

 

Pertanyaan yang muncul dari warga asing baik pendatang maupun penduduk antara lain adalah : Apakah hukum kita membenarkan “penyebaran kebencian” lewat media masa? Apakah media mesti memberitakan apa saja atas nama kebebasan, termasuk cacian dan makian para penjahat, tanpa memikirkan dampak emosional terhadap keluarga para korban? Bagaimana pula hukum kita tentang penolakan terhadap kesepakatan bersama bangsa ini, yaitu Undang-Undang Dasar 45, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila.

 

Para pelaku kejahatan tidak dihukum segera, walau hukumnya sudah jelas. Mereka diperbolehkan mencaci-maki didepan tv atas nama demokrasi dan kebebasan bersuara. Padahal apa yang mereka lakukan itu sudah melanggar tata susila. Sementara itu partai-partai politik yang selama ini mengaku pembela kebenaran, keadilan,reformasi, perjuangan rakyat, golongan kecil, dan sebagainya malah diam.

 

Bom bali adalah konspirasi dari kelompok yang sama untuk memunculkan konflik baru di tanah air. Untung manusia Bali cukup sadar dan tidak bereaksi. Maka konspirator pun gagal, kemudian bom kedua gagal juga. Bali tetap tenang.

 

Artikel dikutip dari : Anand Krishna (kolom radar bali)

Meta



Links

    • pasang iklan di web blog stdharmakerthi
Powered by WordPress