Tempat bicara, tempat curhat, tempat belajar, tempat untuk Speak Up….
25 Jun

Kamera Analog memerlukan film dan bukaan diafragma 1/ f detik sehingga cahaya yang ditangkap bisa diterima oleh film tersebut menjadi sebuah gambar. Pada kamera digital, film tidak diperlukan lagi seperti halnya kamera analog. Kamera digital menggunakan sensor yang dikenal dengan CCD atau CMOS.
Pada prinsipnya, tidak ada perbedaan yang mencolok antara kamera digital dan kamera analog, karena teknologi dasar yang dikandungnya sebenarnya sederhanya saja. Sebuah kamera analog menggunakan film seluloid, mempunyai tiga elemen dasar, masing-masing adalah elemen optikal berupa berbagai ragam lensa, elemen kimia berupa film seluloidnya sendiri, dan elemen mekanik yang merupakan badan kamera itu sendiri. Elemen kimia pada kamera digital sekarang ini tergantikan menjadi elemen chips yang bisa berupa CCD (Charge Coupled Device) maupun CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang mengatur sensitivitas pencahayaan dan menjadi “film digital” pada kamera- kamera modern sekarang ini.
Baik sensor chip CCD dan CMOS sebenarnya mulai berkembang secara bersamaan, kedua chip ini mengonversi cahaya menjadi elektron-elektron sehingga menjadi gambar-gambar digital. Perbedaan pokok di antara keduanya adalah CCD umumnya menghasilkan gambar berkualitas tinggi dan noise yang rendah. Sedangkan pada CMOS, noise yang dihasilkan pada gambar digital biasanya lebih banyak.
Sensor CMOS umumnya menggunakan tenaga baterai lebih sedikit, sedangkan pada CCD karena proses khusus yang dilakukan pada saat pengambilan gambar, mengonsumsi tenaga 100 kali lebih banyak dibanding sensor CMOS sejenis. Selain itu, fabrikasi pembuatan chip CMOS lebih murah ketimbang CCD. Namun, bersamaan dengan perkembangan waktu nampaknya kedua sensor ini mulai berada pada sebuah tahapan yang setara dan bersaing sangat ketat.
CMOS mengkonsumsi sekitar seperdelapan kekuatan sensor charge-coupled device (CCD) dengan sejumlah pixel. CCD merupakan sensor yang biasa digunakan kamera digital. Sekarang ini, sensor CMOS memproses proton sinar dan merubahnya menjadi sinyal listrik. Sensor ini memiliki ukuran maksimal 6.3 juta pixel.

Pilih yang mana
Sensor CCD dan CMOS adalah dua teknologi yang bebeda untuk penangkapan gambar digital. Keduanya saling bersaing untuk menghasilkan kesempurnaan, CCD dan CMOS masing-masing memiliki kekuatan dan kelemahan yang disesuaikan dengan aplikasi yang berbeda. Meskipun demikian, vendor yang menjual suatu teknologi selalu menonjolkan kelebihannya dibanding yang lainnya. Pilihan tergantung dengan aplikasi yang akan digunakan.
Article from : www.Kamera-Digital.com
25 Jun
wahh beberapa minggu terakhir saya kena deman Facebook, dulu gak kepengen buat tapi setelah mencoba ehh akhirnya enak, keterusan & agak ketergantungan sampai nulis postingan di Blog juga jadi males, hehehe…. Setiap hari saya pasti online walau tidak lewat komputer ya lewat Hp walaupun itu sekedar mengupdate status….
Sampai ketemu di FB & Add saya juga donk bruur….
8 Jun

Sungguh berita mengejutkan siang tadi…… Bermula dari sms Ngitz yang mengatakan kawan kita Esson telah tiada, dan setelah ditelusuri ternyata benar bahwa Wayan Budiasa (Esson) meninggal dunia dalam perjalanan ke RS karena sakit mendadak (tidak tau pasti sakitnya). Seakan tidak percaya… tapi, yah… itulah kenyataannya, Esson tlah meninggalkan kita selamanya…Tidak akan ada lagi canda - tawa serta guyon bersama Esson lagi….
Sobat selamat jalan… Doa kami Keluarga Besar Sekehe Teruna Dharma Kerthi menyertai, kami tidak akan melupakanmu…. Terimaksih atas sumbangsihmu terhadap organisasi selama ini terhadap organisasi, akan kami ingat selalu Yan…. Tidak lupa kami minta maaf atas sikap kami yang mungkin berlebihan jika bercanda / guyon Yan Esson, kamu mungkin tahu jika tidak ada niat buruk dibelakangnya & itu cuma canda belaka.
Sikap yang tidak akan kami lupa darimu Yan bahwa dirimu tidak pernah marah kepada kami jika canda kami rada kelewatan. Disamping itu sikap rajin dalam tugas yang kau jalanjan (buat ogoh2)…. Canda & Tawa di rompok wayan disawah tidak akan terlupakan…
Selamat Jalan Kawan, semoga amal ibadahmu diterima disisi Ida Sang Hyang Widhi Wasa……
1 Jun
Bali sempat mengalami ‘black out’ atau pemadaman listrik total selama beberapa jam. Kejadian ini berawal dari gangguan saluran transmisi Banyuwangi- Situbondo.
Menurut keterangan Humas PLN Bali, ‘black out’ atau padamnya listrik di Bali mulai terjadi sekitar pukul 17.52 Wib. Saat itu, saluran transmisi Banyuwangi-Situbondo padam karena gangguan.
Berikutnya disusul saluran transmisi Banyuwangi-Jember yang padam karena kelebihan beban, dimana beban sistem di Bali saat itu mencapai 410 Mega Watt (MW).
Akibat gangguan tersebut, mesin-mesin pembangkit di Bali gagal menanggung beban semuanya.
Pukul 18.18 Wita, listrik di Bali secara bertaham mulai menyala dengan masuknya interkoneksi Jawa-Bali. Namun pada pukul 19.59 Wita , transmisi Banyuwangi-Jember kembali terganggu, sehingga Bali kembali gelap. Pukul 20.06 hingga 21.00 Wta, listrik di Bali mulai menyala secara bertahap,” jelas Humas PLN Bali
Artcle from : BeritaBali.com
tia on Obat Penghilang Gatal – Gatal Karena Alergi
ilham nur five on Obat Penghilang Gatal – Gatal Karena Alergi
ilham nur five on Obat Penghilang Gatal – Gatal Karena Alergi
dewa on Tante Girang
Panterli on Obat Penghilang Gatal – Gatal Karena Alergi