Apa itu Tes Logika Berpikir? Selama bertahun-tahun, Tes IQ telah dipercaya sebagai sebuah metode untuk mengetahui tingkat kecerdasan dan potensi atau bakat seseorang. Tes ini mampu menemukan siapa yang terbaik diantara sekelompok orang dan siapa yang terburuk. Seleksi untuk mendapatkan pekerjaan dan pendidikan tertentu hampir selalu menggunakan tes ini. Banyak ahli psikologi yang menekuni wilayah ini sebagai sebuah wilayah keilmuan tersendiri, yakni Psikometrik (Ilmu tentang pengukuran mental). Ahli-ahli Psikometrik tersebut terus melakukan eksplorasi dalam mengembangkan sistem dan mode soal-soalnya. Jika pada masa awal dikenalnya, Tes IQ menggunakan soal-soal yang menghasilkan kesimpulan tentang kecerdasan secara umum, maka kini semakin kesimpulan tentang kecerdasan secara umum, maka kini semakin diperinci lagi. Tes kecerdasan umum menempatkan seseorang yang bernilai tinggi menjadi seolah paling cerdas dalam segala bidang, demikian pula ironisnya dengan yang terendah, dianggap paling tidak mampu dalam segala hal.Ini bisa saja benar untuk nilai IQ di bawah 50 (masuk kategori idiot sampai moron), tetapi tidak bisa berlaku pada tingkat menempuh rata-rata (90- 110). Sama-sama bernilai IQ 100 bisa saja punya kemampuan berbeda dalam beberapa bidang. Para ahli mengakui, bahwa setiap manusia punya kemampuan yang unik. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan pada bidang yang berbeda-beda, seseorang yang pandai dalam bidang seni lukis belum tentu pandai dalam hitungan, seorang yang sangat genius dalam matematika, bisa saja rendah daya belajar bahasanya, dan seterusnya. Oleh karena alasan tersebut pakar-pakar psikometrik telah mengmbangkan Tes IQ dengan spesifikasi tertentu. Misalnya Tes IQ untuk anak usia tertentu, atau Tes IQ untuk calon manager, untuk calon engineer, untuk calon perwira angkatan bersenjata, untuk calon pegawai golongan tertentu dan sebagainya. |